PLTS taptengTapteng (SIB)– Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Tapanuli Tengah (Tapteng) oleh PT  Informatics Full Service investor dari Honggaria, sudah memasuki tahap uji kelayakan yang dilakukan konsultan dari PT Intra Media Insan Cendekia (IMIC) didampingi pihak Bappenas.

“Kita sudah menerbitkan izin penelitiannya, diharapkan dalam satu bulan ke depan akan diketahui hasilnya,” kata Kepala Bappeda Tapteng Basyri Nasution, kepada SIB di kantornya, Senin (1/6). Dia mengungkapkan, PLTS yang akan dibangun di kawasan industri Labuan Angin berkapasitas 50 Mega Watt (MW) itu, diharapkan dapat memberikan nilai yang baik dari sisi sosial maupun ekonomi masyarakat.

Rencana PLTS berskala besar di Tapteng masih yang pertama, dan akan menjadi pilot projek di Indonesia. Investasi energi tersebut mendukung program Jokowi – JK di mana untuk tahun 2019 harus ada investasi 35000 watt. Kita sangat menyambut baik rencana investasi di Tapteng, yang jelas perusahaan akan untung karena energi akan dijual ke PT PLN,  sementara timbal-baliknya ke pemerintah daerah kita mendapatkan dispensasi energy bagi desa desa yang belum teraliri  listrik, katanya.

Selain itu, sambung Basyri, Pemkab Tapteng memiliki kawasan industri yang membutuhkan sumber energi listrik untuk menopang industri yang akan berinvestasi ke depan. Program ini sebenarnya sejalan dengan pemerintah daerah. Coba bayangkan, kita punya kawasan industri tapi tidak ada pasokan listrik, ujarnya.

Sekadar mengingatkan, Pemkab Tapteng dengan PT IFS sudah menandatangani kesepahaman bersama. Selanjutnya MoU tersebut akan menjadi dasar pembuatan perjanjian kerjasama yang kemudian didaftarkan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal Jakarta.

By hariansib.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *