PADANG, HALUAN — Seki­tar 27 ribu lampu jalan yang ada di 11 kecamatan dan 104 ke­lurahan di Kota Padang, kini terancam, tidak terpelihara. Lima petugas operasional dan pemeliharaan Penerangan Ja­lan Umum (PJU) Pemko, sudah tiga bulan tidak mene­rima gaji.

Lima petugas PJU itu, tadi (kemarin—red) sudah menda­tangi Sekretaris Dinas PU Kota Padang, tapi tetap mereka tidak mendapatkan haknya,” kata sumber terpercaya, seo­rang warga Kota Padang, ke­pada Haluan, kemarin.

Menurut sumber, selama ini, Pemko Padang memang abai dan kurang memberi per­hatian terhadap pemeliharaan lampu penerangan umum.  Dari segi personil,  sejak tahun 2009 lalu, operasional dan pemeliharaan lampu jalan hanya dilayani lima petugas dengan status pegawai kontrak.

“Coba bayangkan, Kota Padang dengan luas 695 kilo­meter bujur sangkar dengan lampu jalan sekitar 27 ribu buah, hanya dilayani oleh lima pegawai kontrak. Sudahlah petugasnya segitu, eh gajinya menunggak pula sampai tiga bulan,” kata sumber, geleng-geleng kepala.

Dari sarana dan prasarana pen­dukung operasional dan peme­liharaan lampu jalan, Pemko Padang juga terkesan tidak memperhatikan.  Unit Pelayanan Terpadu (UPT) ini, sampai sekarang hanya punya satu mobil crane tahun 80-an, mobil pick-up tahun 90-an dan tahun 2008 serta dua sepeda motor tahun 2000-an.

“Inikan aneh dan keterlaluan, setiap bulan warga kota dipungut pajak PJU-nya, tapi operasional dan pemeliharaan lampu jalan tidak dihiraukan,” katanya.

Kepala UPT Operasional dan Pemeliharaan PJU Kota Padang Golov yang dikonfirmasi Haluan, mengakui kalau lima personil pega­wai kontrak yang bertugas me­melihara lampu jalan di Kota Ter­cinta ini, sudah tiga bulan tidak terima gaji.

“Saya sudah berusaha mem­perjuangkan ke atasan, tapi sampai hari ini (kemarin-red), belum ada hasilnya. Termasuk permohonan untuk sarana dan prasarana opera­sional yang lebih baik, sampai kini belum ada realisasinya,” kata Ke­pala UPT yang mengaku sudah hampir 30 tahun bertugas di unit ini.

Kelima pegawai kontrak UPT Operasional dan Pemeliharaan PJU Kota Padang itu adalah Nirmansyah, Man Erizal, Azhar, Syafrizal dan Syamsi. Mereka, menurut Kepala UPT, selama ini loyal dan bertang­gung jawab dalam menunaikan tugasnya.

“Saya khawatir, jika masalah operasional dan pemeliharaan ini tidak cepat ditanggapi, pelayanan dan puluhan ribu lampu jalan di kota ini bisa terancam pemeli­haraannya,” kata Golov.

Menjawab pertanyaan tentang minimnya jumlah personil yang bertugas di operasional dan peme­liharaan lampu jalan itu, Kepala UPT mengatakan, bahwa sekarang sedang disiapkan 10 petugas tamba­han. “Mereka masih dalam pem­binaan,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Padang Muswendri Evites yang dikontak Haluan tadi malam, sehubungan masalah ini tidak mengangkat handphone-nya, meski nada sambung terdengar masuk.

Muswendri hanya membalas pertanyaan via short message service (sms), yang menyatakan, Perwako untuk seluruh pegawai kontrak se-Kota Padang perlu proses dan waktu. SK gaji kontrak menunggu Perwako tersebut.

“SK pegawai kontraknya sudah saya tandatangani, yang insya Allah akan segera dibayar untuk dua bulan dalam beberapa hari ini. Terjadi keterlambatan karena penyesuaian terhadap beberapa aturan. Namun untuk biaya operasional tetap kita tanggung dari Januari sampai Maret ini,” jawab Muswendri dalam sms-nya.

Sumber : harianhaluan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *