Solar Cell di Bandara Kalimarau

TANJUNG REDEB – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bandara Kalimarau mulai dirasakan manfaatnya. Pasalnya, sebelum bandara ini mendapatkan hibah dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, saat beban puncak bandara ini bisa mengkonsumsi daya sebesar ratusan amper lebih, terlebih pada saat PLN mematikan suplai tenaganya ke bandara.

Saat ini, kondisi bandara yang mulai disibukkan oleh aktivitas penumpang hilir mudik dari dan ke Berau, memang menggunakan daya yang sangat besar, terlebih Standar Operasional Prosedur (SOP) bandara memang telah mengatur agar jangan sampai tidak ada cadangan listrik.

Kepala Jabatan Fungsional Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Budi Sarwanto saat dikonfirmasi beraunews.com, Rabu (26/04/2017) menjelaskan, Kalimarau sendiri mendapatkan suplai listrik dari PLN sebanyak 1,1 Megawatt (MW), dengan adanya solar cell itu, maka daya yang bisa dihemat sekitar 30 persen dari seluruh total daya yang dibutuhkan bandara.

“Kalau daya yang dihasilkan dari solar cell ini sekitar 315 kilo volt amper (kVA) (setara 315.000 Watt atau 0,315 MW). Tetapi kelemahan lainnya, yakni jika matahari tidak terik, maka baterai kekurangan sekitar 500 Ampere. Sebelum ada solar cell, kami ada generator listrik tambahan dengan daya sebesar 500 KVA,” ucapnya.

Dengan adanya bantuan ini, bandara juga menghemat konsumsi listrik. Manfaat lainnya, kini ada siaga daya untuk fasilitas publik yang sangat membutuhkan listrik ketika ada pemadaman dari PLN ini, dan paling penting juga menghemat anggaran biaya listrik.

sumber berita by http://www.beraunews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *