Pemerintah Provinsi Riau kembali mengembangkan program pengadaan solar home system (SHS) atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Untuk tahun 2012 ini, pengembangan lebih  memprioritaskan daerah pesisir.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Riau, Husni Hasan, kepada Riau Pos, Rabu (4/7). Menurutnya, pengembangan program untuk mendukung elektrifikasi tersebut mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya.

‘’Kalau melihat dari jumlah tahun kemarin, tahun ini masih rendah. Kalau tahun kemarin, mencapai 400-an unit. Tahun ini kurang dari itu. Program SHS itu diberikan di beberapa desa di daerah pesisir. Biasanya daerah yang jauh dari infrastruktur listrik,’’  papar mantan Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Riau itu.

Menurutnya, daerah pesisir memang menjadi sasaran pendistribusiannya, karena kawasan tersebut masih belum maksimal dalam elektrifikasi.

Daerah yang menjadi perhatian, antara lain, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis. Kemudian, Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir.

‘’Pokoknya daerah yang berada di posisir. Kita ingin program ini dapat menjangkau pemukiman masyarakat yang berada di pelosok-pelosok itu, yang diprioritaskan. Karena itu daerah yang jauh dari arus listrik dan sangat konvensional,’’ imbuh Husni.

Dia menambahkan, program mesin solar home system (SHS) atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), untuk daerah marjinal di Riau tahun ini, dianggarkan untuk 32 unit saja. Nilai anggarannya sekitar Rp300-an juta.

Dalam APBD Riau tahun 2012 ini anggaran untuk program SHS memang sedikit disetujui DPRD. Jika dibanding tahun sebelumnya, yang mencapai anggaran Rp1,7 miliar.

Program SHS ini dinilai merupakan salah satu solusi mengatasi krisis energi bagi daerah marginal, karena keterbatasan akses dan juga jaringan PLN. Alat ini juga sangat efektif karena mengandalkan tenaga surya.(rio)

Sumber : www.riaupos.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *