Sonar panelKrisis listrik yang melanda Sumut hingga saat ini belum temukan solusi. Pemadaman Listrik bergilir masih sering terjadi. Tampaknya pemerintah dan instansi terkait sudah pasrah dengan kondisi ini. Tapi tidak dengan Thomas Heinle dan Ratnauli Gultom. Pasangan suami istri yang tinggal di desa Silimalombu, kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir ini terpaksa putar otak untuk membuat solusi hadapi krisis listrik yang sudah meresahkan masyarakat Sumut. Maka, mereka dalam dua tahun terakhir selalu aktif memperkenalkan alat ini kepada pemerintah dan masyarakat.

Adalah Solar Panel, sebuah alat penyedia listrik yang ramah lingkungan. Menurut Thomas, cara memasang Solar Panel ini tidaklah rumit. Cukup meletakkan lempengan biru Solar Panel di daerah yang terkena sinar matahari lalu menghubungkannya ke aki berkekuatan 12 voltase. Setelah itu, hubungkan ke inverter yang dapat juga digunakan sebagai stabilizer untuk merubah arus searah (DC) menjadi bolak balik (AC) serta menstabilkan arus yang dihasilkan.

Untuk menghemat pemakaian arus, pria berdarah Jerman ini menyarankan untuk menggunakan lampu Light Emitting Diode (LED). Ditambahkannya, satu lempengan Solar Panel dapat menghasilkan arus sekitar 100 Watt.

Thomas mengakui biaya yang digunakan untuk mendapatkan tenaga listrik tenaga surya ini harus merogoh kocek sebesar 4,7 juta rupiah. “Biaya ini memang jauh relatif lebih mahal tapi manfaatnya jauh lebih banyak didapat,” ujar Thomas dalam jawaban wawancara tertulisnya  kepada Sumut Invest akhir Mei lalu.

Mengingat energi matahari yang berlebih di bumi pertiwi ini dan masih banyak desa di pelosok yang terisolasi dan belum mendapatkan listrik, ia berharap Solar Panel ini menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh masyarakat dan solusi juga untuk hadapi krisis listrik yang kian mendera saat ini. “Alat ini salah satu solusi untuk hadapi krisis listrik di Sumut yang berkepanjangan,” ujar Ratna.

Baginya, Solar Panel selain banyak manfaat dan keuntungannya, juga ramah lingkungan. Kita tidak perlu lagi membutuhkan banyak pembangkit listrik besar, kabel yang kuat dan besar, kita juga tidak perlu membakar bahan bakar untuk itu dan menghancurkan udara yang mau kita hirup. Harapannya, semoga produk yang ditawarkan ini dapat menginspirasi pemerintah dan masyarakat untuk selalu solutif dalam setiap persoalan yang dihadapi.

Bahkan, Ratna menambahkan hanya satu Solar Panel, cukup untuk menerangi rumah Anda dan bahkan tetangga. Dan yang lebih penting lagi, tidak perlu genset yang berisik. Saat mengikuti Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di Medan baru-baru ini, Ratnauli sangat senang karena produk yang ditawarkan ini ramai dikunjungi dan diminati oleh pengunjung. Bahkan, pemerintah kabupaten Samosir sendiri tidak pernah absen untuk mengikut sertakan pasangan yang aktif juga di kegiatan-kegiatan sosial ini dalam setiap pameran.

By www.sumutinvest.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *