511ea863b3fa51f0b7a83303ebd72006Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mengajukan permohonan bantuan sebanyak 2000 penerangan jalan umum (PJU) sistem solar sel kepada Kementerian Lingkungan Hidup. PJU tersebut diklaim lebih irit karena memakai energi matahari sehingga tidak dibebani tagihan listrik.

Kepala BLH Sragen, Tasripin kepada wartawan Senin (30/3/2015) mengatakan, pengajuan bantuan PJU terebut didasari banyaknya keuntungan jika menggunakan sumber energi dari matahari tersebut. “Kami akui jumlah PJU saat ini sangat terbatas, hanya di daerah perkotaan. Sedangkan masyarakat di desa banyak yang belum menikmati. Dengan menggunakan energi solar sel maka PJU tidak lagi tergantung pada jaringan listrik,” ujarnya.

Menurut Tasripin, saat ini puluhan lampu di jalan perkotaan sudah menggunakan solar sel. Dibandingkan sarana serupa yang menggunakan daya listrik, potensi penghematan energi dapat dilakukan. Hanya saja, pengadaan PJU solar sel lebih mahal dan membutuhkan penanganan khusus. Sebab, satu tiang PJU solar sel biaya pengadaannya mencapai Rp 35 juta. Sedangkan PJU biasa hanya separuhnya.

Terkait teknis pemasangan, satu PJU solar sel membutuhkan sekitar tiga hari untuk mengisi daya dari penyerapan sinar  matahari. Energi listrik yang terserap dari panel akan disimpan di aki yang terdapat pada masing- masing tiang. “Memang awalnya sangat mahal karena per unit bisa puluhan juta. Namun setelah itu kita tidak perlu membayar pajak karena energi menggunakan matahari. Jadi sistem solar sel bisa menghemat,” jelasnya.

Dijelaskan Tasripin, pemakaian tekhnologi konvensional listrik untuk PJU hanya akan membebani daerah. Pajak yang dibayar masyarakat ke daerah masih perlu ditambah untuk membayar tagihan PLN. “Kalau sudah memakai energi solar sel nantinya, beban itu tidak akan lagi ada, bahkan uangnya bisa dialokasikan ke lainnya untuk kesejahtraan masyarakat,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *