388725_620Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM berencana mengusulkan alokasi anggaran energi baru terbarukan (EBT) sebesar Rp 10 triliun untuk tahun depan. Saat ini, anggaran untuk sektor itu hanya Rp 1 triliun.

Presiden Jokowi telah memberi arahan bahwa APBN 2016 harus menunjukkan perubahan cara kita melihat masalah. “Ke depan kami fokus pada pengembangan energi baru terbarukan karena itu secara porsi jumlah yang akan dialokasikan, keseluruhan maupun porsinya energi baru akan meningkat tajam,” kata Menteri ESDM Sudirman Said melalui siaran pers, Sabtu, 18 April 2015.

Sudirman menuturkan usulan anggaran hingga sepuluh kali lipat itu rencananya dipergunakan sebagai stimulus pengembangan dan pemanfaatan EBT. Seperti membangun pasar agar demand-nya meningkat. Sehingga, katanya, semakin lama industri energi juga akan masuk ke energi baru terbarukan, karena selama ini belum cukup menarik.

Energi baru dan terbarukan memang diandalkan sebagai energi masa depan bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah berjanji akan menggenjot realisasi diversifikasi energi dari energi lama (fosil) menjadi energi baru terbarukan. Sebab, selama ini pengembangan dan pembangunan infrastruktur energi terbarukan hanya menjadi lampiran dalam rencana pengembangan energi nasional.

Sudirman menjamin pemerintah berkomitmen menjadikan energi baru sebagai sumber energi utama dibanding saat ini yang masih mengandalkan energi fosil. Menurut dia, diversifikasi energi mendesak dilakukan karena pada sepuluh tahun mendatang Indonesia diperkirakan akan mengimpor minyak dan gas secara penuh.

Pemerintah akan memulai mengkonversi konsumsi bahan bakar minyak di sektor transportasi menjadi gas. Pemerintah juga akan terus mengurangi anggaran subsidi. “Kebijakan semacam ini memang tidak populis. Tapi kita harus sadar bahwa kita bukan lagi jadi negara yang kaya migas,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *