plts-bangli.bursaenergiSAMPANG (surabayapost.net) – Akibat rekomendasi peluncuram proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tak kunjung direspon oleh Bupati Sampang, Fannan Hasib. Sehingga proyek yang dikelola Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Sampang tersebut menjadi tersendat.
Karena rekomendasi tidak turun-turun, sehingga pihak Disperindagtam terpaksa harus mencari dana talangan agar program tetap berjalan. Karena butuh dana untuk melaksanakan kegiatan survei ke lokasi penerima bantuan PLTS dan Solar Home Sistem (SHS) yang peruntukan bagi  desa yang belum tersentuh listrik.
“Kita terpaksa mencari hutangan, karena butuh dana operasional untuk kegiatan pengembangan listrik di desa dengan mengunakan tenaga surya. Sebab jika harus menunggu rekomindasi bupati tentu saja program tersebut tidak akan kunjung kelar,” terang Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan dan Energi, Disperindagtam Sampang, M Suadi Asyikin, Jumat (31/7).
Menurut Suadi, anggaran untuk pembangunan jaringan listrik mengunakan tenaga surya komunal dan SHS, alokasi dananya di anggarkan mencapai Rp 3 miiliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) Sampang Tahun Anggaran 2015.
Lebih jauh dia merinci, dana sebesar Rp 300 juta digunakan untuk program kegiatan SHS di Desa Burung Gagah, Kecamatan Tembelangan. Sedangkan anggaran Rp 2,7 miliar dialokasikan  untuk kegiatan proyek PLTS komunal di Desa Pandan, Kecamatan Omben.
“Mengingat di desa tersebut sebagian belum tersentuh jaringan listrik, maka solusi paling tepat untuk mengatasi kelangkaan listrik dengan menggunakan teknologi PLTS dan SHS. Karena didesa lain sudah ada yang telah menerima bantuan program tersebut sudah berjalan sukses,” paparnya.
Suadi menambahkan, desa paling parah yang tak tersentuh jaringan listrik antara lain, Desa Birem dan Desa Burung Gagah, Kecamatan Tambelangan, serta Desa Tapaan, Desa Lar Lar, dan Desa Tolang, Kecamatan Banyuates. Namun untuk program PLTS komunal dan SHS pada tahun ini direncanakan mendapakan bantuan hanya Desa Burung Gagah dan Desa Desa Pandan saja.
By surabayapost.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *