Distaben mabar.bursaenergiSUMBERNEWS.COM, Manggarai Barat-  Bantuan pemanfaatan Pembangkit listrik tenaga surya di desa Lewe dan Desa Tengku kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan bantuan hasil pengajuan melalui proposal ke pusat oleh pemerintah daerah kabupaten Manggarai Barat kepada menteri Desa pembangunan Daerah tertinggal dan transmigrasi.“Barang-barangnya sudah tiba di daerah pada tahun 2016, sehingga bupati mengeluarkan SK”  kata sekretaris Dinas pertambangan dan Energi kabupaten Manggarai Barat Alvin Latubatara ketika di konfirmasi di Labuan Bajo,Senin (15/02/16).
Dia mengatakan, bantuan listrik tenaga surya ini untuk dua Desa yakni Desa Golo Lewe dan Desa Tengku, tahun anggaran 2015 dan sumber dananya dari APBN. “ jumlahnya ada 360 unit dan semuanya sudah terpasang di masyarakat” ujarnya.
Awalnya, kata Alvin, bantuan ini hanya untuk masyarakat desa Golo Lewe, tetapi karena permintaan dari pusat ada penambahan kepala keluarga untuk mendapatkan batuan, dan harus melalui SK Bupati sehingga pihaknya melakukan koordinasi denga kepala desa yang ternyata mengalami kekurangan jumlah Kepala keluarga daribyang ditentukan.
Solusiyang di ambil oleh desa, lanjut Alvin yaitu penambahan kepala keluarga dari desa Tengku sehingga SK bupati dikeluarkan untuk dua Desa, maka di desa Gololewe mendapat 295 unit sementara di Desa Tengku ada 65 unit, terangnya.
Menurut dua, kalau pergantian nama yang mendapatkan bantuan tenaga surya itu karena ada permohonan dari kepala Desa Tengku dan semuanya ada bukti seperti surat permohonan,surat berita acara dan nama nama penggantinya.
Dikatakan, bahwa ada 10 oranh yang diganti oleh kepala Desa, sesuai dengan berita acaranya, sementara tetkait SK Bupati ada edaran dari kementerian Desa pembangunan daerah tertinggal kalau ada perubahan nama silakan yang terpenting buat berita acara tertulis, untuk sementara pihaknya sedang memperbaharui SK bupati” jelasnya.
“Kami di dinas hanya memverifikasi data sementara sedangkan yang menentukan siapa yang mendapat bantian adalah kewenangan kepala Desa, kalau soal juknis bantuan ini urusan pusat, tenaga teknis juga dari perusahaan, kami hanya mengurus administrasi saja, begitu barangnya datang kami lasung mengantarnya ke desa”.
Barang bantaun tersebut, lanjut Alvin, berupaModul, Tiang-tiang, kabel, Acu, konteral, lampu LD 3 bijih untuk satu unit, sementara pagu anggaran kami tidak mengetahuinya, terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *