Screenshot_24

 

Ada dua jenis aki yang kerap dipakai kendaraan baik Roda 4 ataupun Roda 2. Kedua penghasil tegangan tersebut adalah aki basah yang menggunakan cairan elektrolit yang disebut air aki. Sedangkan, yang berikutnya adalah aki kering yang berisi elektrolit berbentuk gel.

Saat ini, hampir semua pabrikan sepeda motor sudah melengkapi produknya dengan aki kering. Hal ini memudahkan pengguna sepeda motor untuk tidak perlu repot lagi mengontrol volume air aki seperti yang sering dilakukan pada aki basah.

Meski tidak lagi memerlukan perhatian khusus alias maintenance free, untuk menambah umur aki kering, tak ada salahnya jika kita mengecek apakah tegangan yang dihasilkan dari baterai kering tersebut masih normal (12 volt).

“Aki kering memang lebih awet dan tak perlu perawatan seperti yang sering dilakukan pada aki basah. Masa pakai aki kering maksimal setahun. Tapi kita bisa memperpanjang umur baterai tersebut,” ujar Sawaludin, pemilik toko aki di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur.

Sawaludin menyarankan untuk mengecek tegangan pada aki setiap 3 bulan sekali. Jika tegangan kurang atau di bawah 12 volt, baterai harus distroom kembali. “Jangan menunggu sampai baterai mati sama sekali, berarti harus mengganti dengan baterai yang baru,” wantinya.

“Jika kita sering mengecek tegangan baterai, dan menyetroomnya jika tegangan berkurang, hasilnya, umur baterai akan lebih panjang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *