kekeringanGUNUNGKIDUL – Kepala Desa Purwodadi, Suprihatin menjelaskan bahwa warga yang mengangkat sumber air di Sureng I dengan menggunakan genset kemudian menyalurkannya pada bak-bak penampungan yang kecil. Setelah itu kemudian ratusan warga memanfaatkannya untuk kebutuhan mereka. “Biasanya sumber air tersebut sering dioptimalkan saat musim kemarau seperti ini,” imbuh wanita berkaca mata ini. Sementara, ia juga menjelaskan ada mekanisme tertentu untuk sekitar 600an warga di dusun Sureng I dan II yang memanfaatkan air tersebut. Menurut suprihatin, warga yang menggunakan air dari sumber itu membayar sejumlah uang. “Uang itu nantinya digunakan untuk membeli bahan bakar solar genset dan keperluan lain,” jelasnya tanpa merinci jumlah uang yang dimaksud. Dengan adanya proyek pompa air tenaga surya dari Universitas Gadjah Mada beserta Kementerian Riset dan Teknologi ini, pihaknya berharap ada langkah penghematan bagi warganya. Hal itu lantaran, pompa air tersebut menggunakan tenaga surya dan tidak menghabiskan konsumsi bahan bakar seperti genset. “Saat uji coba bisa menghasilkan air. Namun memang belum bisa dioperasikan karena hanya uji coba,” ulasnya.

Sumber by www.jogja.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *