pjuu-700x401

Bursaenergi.com – Warga di tujuh kecamatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) keluhkan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah jalan, yang gelap gulita dan khawatir terjadi kecelakaan lalulintas, atau menambah tindak kejahatan di jalan. Mereka berharap secepetnya ada pemasangan baru PJU di beberapa luas jalan utama, protokol maupun lingkungan.

“Masih banyak jalan utama di kawasan Kec. Setu yang tak ada PJU sehingga kalau malam gelap gulita dan membahayakan pemakai kendaraan serta dikhawatirkan menjadi tempat tindak kejahatan atau kriminal,” kata Juju, warga Setu.

Kawasan ini, tambah dia, padat lalulintas karena salah satu daerah yang menjadi jalur perbatasan antara Bogor dan Kab. Tangerang melintasi Jl. Raya Pahlawan Seribu menuju kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong.

Di tempat lain, Nurdin, warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, mendesak Pemkot Tangsel menambah JPU dari jalan utama yang menuju ke lokasi TPA sehingga tak terkesan lingkungan sekitar Cipeucang tak terisolir.

“Tak hanya itu wilayah ini jangan dianggap anak tiri dalam perkembangan pembangunan yang meningkat di Kota Tangsel terlebih sebagai salah satu daerah akhir untuk pembuangan sampah warga dari tujuh kecamatan yang ada,” ujarnya.

ANGGARAN DITAMBAH

Menanggapi masalah keluhan masalah PJU, Ketua DPRD Kota Tangsel, mengakui bahwa jajarannya memang menyetujui adanya penambahan anggaran untuk Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakanan setempat sebesar Rp19 miliar. “Dana itu tak hanya untuk penambahan PJU di puluhan titik jalan saja tapi juga sekitar lokasi menuju dan di TPA Cipeucang,” tuturnya.

Penambhan itu sejalan dengan keluhan dan permintaan masyarakat Kota Tangsel yang menilai masih banyak jalan yang kondisinya gelap gulita dan perlu dipasang PJU agar kondisi wilayah aman dan mengurangi kecelakaan lalulintas di jalan akibat jalan rusak atau lainnya.

Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) setempat, M. Taher, mengatakan anggaran tambahan sebesar Rp 18
miliar untuk tagihan rekening listrik PJU selama setahun penuh di 2015 dan Rp 1 miliar memang untuk kawasan TPA Cipeucang.

Data yang ada sekitar 20 ribu titik lebih PJU di Tangsel, dalam satu bulan pihaknya membayarkan tagihan listrik sebesar Rp 2,75 miliar dan ini ada kenaikan dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 2,25 miliar perbulannya. “Adanya penambahan titik baru membuat jajaran DKPP Tangsel bakal mengajukan kembali perubahan anggaran di APBD tahun 2015 ini karena kalau ditotal setiap tahun pihaknya harus membayar rekening listrik sekitar Rp 33 miliar,” tambahnya.
(anton/sir)

sumber : http://poskotanews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *