qaz1

POS KUPANG.COM, SOE –Tahun 2010 sebagian besar warga Desa Bikekneno, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mendapat bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP). Bantuan tersebut diduga bermasalah hingga dilidik pihak Kejari SoE yang saat ini diambil alih Kejati NTT.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Dusun 3 Desa Bikekneno, Thomas Kase, di kediamannya, Jumat (16/1/2015).  Kase mengatakan, PLTS didesa tersebut dipasang tahun 2010 melalui PNPM-MP.

“Setelah dipasang ada isu bahwa PLTS ini bermasalah karena accu (aki) tidak sesuai dengan spesifikasi. Kami tidak mengerti tentang itu, namun sampai saat ini kami menikmatinya, tidak ada gangguan. Kami sangat menikmati bantuan itu. Dulu kami hanya mengandalkan pelita (lampu teplok) dan hidup dalam kegelapan. Saat ini kami sudah menikmati listrik walau masih terbatas. Anak-anak juga bisa belajar pada malam hari,” ujar Kase.

Hal senada disampaikan Karel Sanam, Cornelia Bana, Meelianus Opat dan Alex Tapatab, bahwa bantuan PLTS tersebut sangat membantu masyarakat sebagai sarana penerangan malam hari. Sejak dipasang hingga awal Januari 2015 kami menikmati listrik PLTS, hanya saja kami tidak kontrol air accu (aki) sehingga kering. Sudah satu minggu kami menggunakan lampu pelita. Memang PLTS sangat membantu kami, hanya saja harus memperhatikan air accu (aki),” tegas Bana dan Tapatab.

Sebelumnya diberitakan, pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenga Surya (PLTS) di TTS senilai Rp 186 miliar diduga beraroma korupsi. Proyek yang didanai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan itu, kini sedang diselidiki Kejaksaan Tinggi NTT. (mas)

Sumber : http://kupang.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *