Panel surya.bursaenergiGALANG (HK) – Sebanyak 109 warga yang bermukim di Desa Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang mulai menikmati listrik tenaga surya, Rabu (26/8).
Fasilitas tersebut dibangun Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan UKM Batam.

Bantuan listrik tenaga surya atau solar home system (SHS) ini merupakan program sharing dana antara Pemko Batam dan Pemprov Kepri dalam pengentasan kemiskinan masyarakat hinterland yang tak terjangkau layanan listrik negara (PLN).

Kepala Dinas PMP-KUKM Batam, Pebrialin memaparkan, tahun 2015 ini pihaknya akan menyalurkan 345 unit SHS kepada masyarakat di empat kecamatan.

Dengan rincian, Kecamatan Bulang tepatnya di Pulau Cengkui sebanyak 63 rumah. Kecamatan Nongsa tepatnya di pulau Kubung, Pulau Todak dan Pulau Malang sebanyak 64 rumah. Sementara itu di Pulau Siali, Kecamatan Belakang Padang sebanyak 7 unit.

“Di Monggak sendiri terdapat 109 unit¬† dari 211 unit yang disalurkan. Sisanya disalurkan di pulau Petong sebanyak 102 unit,” katanya menjelaskan.

Dengan adanya program ini, Kampung Monggak ini sekarang sudah terang menderang. Ini merupakan kegiatan pengentasan kemiskinan dengan cara memberikan fasilitas listrik kepada masyarakat hinterland yang tidak terjangkau PLN.

Dikatakan dia, program ini sejatinya sudah dilaksanakan sejak tahun 2011 lalu di enam tempat yakni Kecamatan Nongsa, Belakangpadang, Galang, Bulang, Sagulung, serta Sei Beduk.

“Program ini sudah ada sejak tahun 2011 lalu. Hingga saat ini, rumah yang dialiri listrik tenaga surya mencapai 1903 rumah. Sementara masih ada usulan penyediaan SHS sebanyak 2.568 rumah lagi untuk tahun ini,” tuturnya lagi.

Kegiatan ini dibiayai sharing dana antara pemerintah provinsi kepulauan riau (Kepri) dengan pemerintah Batam, yang dimasukkan kedalam APBD tahun anggaran 2015 dengan total sebesar Rp 3.880.599.000.

Namun, untuk tahun anggaran 2014 direncanakan untuk dilaksanakan sebanyak 414 paket SHS/rumah, tetapi tak terlaksana karena terjadi lelang gagal.

Dengan adanya SHS itu, masih kata Pebrilian, masyarakat sudah dapat memanfaatkan fasilitas penerangan baik siang maupun malam.

Selain itu juga karena telah dilengkapi dengan alat “Inverter” (perubahan daya dari DC ke AC), sehingga bisa digunakan untuk menghidupkan lampu, televisi, dan lainnya.

Dia berharap masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. “Kami harap masyarakat dapat menjaga bantuan ini dan memeliharanya. Kalau umur teknis aki dari unit ini selama dua tahun,” pungkas Pebrialin.

Timo, salah satu perangkat kampung Monggak mengaku, sangat terbantu dengan bantuan pemerintah tersebut. Menurut dia, sebelum mendapat bantuan warga menggunakan genset sewaan yang dikelola swasta.

“Terbantu sekali, selama ini kita pakai genset swasta bayarnya Rp8.000 per malam, hidupnya dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Selebihnya kita terpaksa pakai lampu minyak tanah. Bahkan, masyarakat kami bersuka cita karena telah bisa menikmati listrik dari tenaga surya,” kata Timo, Rabu (26/8)

Dia juga menjelaskan, bahwa dengan hadirnya PLTS ini akan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir karena telah bisa menghemat anggaran. “Masyarakat pesisir akan lebih berkembang dengan hadirnya PLTS ini,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *