Warga Ngotoko Rembang Terbiasa Gunakan Listrik Tenaga Surya
REMBANG – Akses menuju Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu yang sulit, menyebabkan aliran listrik di perkampungan tersebut sering terganggu. Lantaran, segala perbaikan listrik butuh waktu yang lebih panjang daripada daerah lainnya.
Inilah yang menyebabkan seratusan rumah di dukuh tersebut memilih menggunakan Panel surya untuk cadangan suplai listrik harian. Perangkat Desa Pasedan, Kecamatan Bulu yang bermukim di Dukuh Ngotoko Ngami mengakui, rata-rata rumah yang ada di dukuh tersebut memang menggunakan panel tenaga surya untuk mencukupi kebutuhan listrik rumah tangga.
“Bilamana listrik di sini padam, maka alat ini (Panel tenaga surya) bisa langsung digunakan,” ungkapnya ketika ditemui, Rabu (2/8/2017). Meski sudah hampir satu tahun listrik dari PT PLN (Persero) sudah masuk ke wilayah itu, namun warga tak serta merta meninggalkan alat listrik tenaga surya tersebut.
“Biasanya di saat ada hujan lebat, atau juga cuaca buruk, maka listrik sering padam. Dan proses pembetulannya juga sulit. Terlebih, jarak (Dukuh) Ngotoko dengan Desa Pasedan itu sekitar 10 kilometer. Belum lagi dengan kota Rembang, malah hampir 30 kilometer. Itupun harus melintasi jalan yang terjal dan rusak,” bebernya.
Dari informasi yang ada, sebanyak seratusan kepala keluaraga di tempat tersebut masih sering mengaktifkan alat listrik penyerap cahaya yang terpasang di atap rumahnya masing masing. “Kalau warga memang rata rata masih mengaktifkan itu (alat listrik tenaga surya). Tapi untuk cadangan bila listrik PLN mati,”
Makanya, ia berharap agar pihak PLN bisa selalu memantau kondisi perdukuhan tersebut. Supaya kebutuhan listrik warga terpenuni. Khususnya di saat listrik padam agar bisa cepat teratasi.

Sumber Berita By http://seputarmuria.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *