63059953227-perawatan_penerangan_jalan_umum_ilustrasi_110126152632
PELALAWAN – Masyarakat Sungai Nyirih, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar kesal. Pasalnya, jatah pemasangan lampu tenaga surya untuk penerangan Jalan di wilayah tersebut dibatalkan tanpa diketahui penyebabnya oleh masyarakat.
Persoalan ini diungkapkan oleh Ketua RT 01 RW 01, Sungai Nyirih, Kelurahan Kuala Kampar, Syahruddin, pada media ini, Jum’at (17/4). Menurutnya, padahal peralatan lampu tersebut sudah sampai di lokasi pemasangan.
“Semua peralatan lampu tenaga surya sudah berada di lokasi dan siap untuk dipasang. Bahkan, tapak untuk pemasangan lampu tersebut telah dibuat berupa cor semen,” ungkap Syahruddin.
Dikatakannya, masyarakat yang berdomisili di Sungai Nyirih merasa kesal. Karena jatah pemasangan lampu tenaga surya untuk daerah itu dibatalkan sebelah pihak, masyarakat tidak mengetahui penyebabnya.
“Lampu yang semestinya untuk kami (Sungai Nyirih, red) itu dialihkan ketempat lain. Padahal pemasangan lampu tenaga surya ini sudah jauh-jauh hari disepakati bersama antara pihak RT dengan Pihak Kelurahan dan Kecamatan,” katanya.
Namun pada kenyataannya, lanjut Syahruddin, tidak seperti yang diharapkan seperti awal kesepakatan bersama. Jika di Sungai Nyirih akan dipasang lampu tenaga surya.
“Entah apa alasannya, merakapun tidak tahu. Untuk peletakan lampu tenaga surya itu berdasarkan rekomendasi kecamatan atau kelurahan,” tukas Syahruddin bingung.
Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Pelalawan Yumardi saat dikonfirmasi soal ini membantah telahmelakukan pembatalan terhadap pemasangan jaringan listrik tenaga surya untuk penerangan Jalan di Sungai Nyirih, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar.
“Bukan dibatalkan, justru akan dibangun jaringan baru untuk tahun ini. Mulai dari Tanjung Sum sampai Teluk Dalam,” terang Kepala Distamben Kabupaten Pelalawan, Yumardi, pada media ini, JUm’at (17/4).
Menurut Yumardi, tahun ini ada penambahan pemasangan jaringan listrik yang otomatis melalui Sungai Nyirih, dan itu sudah dianggarkan.
Dan jumlah jaringan baru tahun ini seluruhnya 10 Km. Sebanyak 10 titik menggunakan tenaga surya dan selebihnya akan menggunakan listrik biasa yang akan disesuaikan dengan kemampuan mesin,” terangnya.
Terkait hilangnya puluhan komponen lampu tenaga surya sebagai penerangan jalan di wilayah Kecamatan Kuala Kampar, Yumardi menyayangkan hal tersebut. Namun, dirinya berjanji akan segera melakukan perbaikan terhadap komponen lampu yang hilang.

“Ke depan akan kita adakan pengadaan perbaikan. Kita coba anggarkan tahun depan,” tutupnya.

by news.detik.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *